UA-89306807-1

Merasa Bodoh, Nyari Parfum Ori Kok di Toko Refill


Setiap kali pulang libur semester pendidikan master di Malaysia, saya pasti menyempatkan ke toko buku. Saya merupakan penggila buku segar. Melihat buku baru lagi menarik rasanya ingin kumiliki saja semuanya. Saya mengelilingi rak demi rak, mengambil lalu membaca halaman cover belakang dan meletakkan di tempat semula beralih ke buku lainnya. Begitulah seterusnya hingga handphone saya bergetar sebuah panggilan dari seorang teman. Mengabari posisi sedang di toko buku Zikra, dia langsung saja menuju tempatku. Tengah asyiknya membaca buku yang sampulnya terbuka, sejenis wewangian berhasil menarik perhatian mencari asalnya. Saya menoleh ke kiri dan menemukan Jimmy sudah sampai yang juga asyik memilih buku.

"Is, rak Al-qur`an di mana ya?" tanyanya membangunkan saya dari hirupan wangi.
"Kamu mandi parfum ya?" balas saya bukannya menjawab pertanyaannya. Sementara yang ditanya bersikeras bahwa dia hanya menyemprot parfumnya sedikit saja dan tidak menyangka tercium. "Sengaja ya nutupin bau rokok?" masih tidak mau kalah. 

Jimmy mengaku memakai parfum yang diraciknya sendiri. Langsung saja saya meminta apa saja racikannya yang jelas-jelas tidak diberikannya. Saya terus membujuk dan ia pun berjanji akan meracik lebih untuk saya.

Sementara waktu berlalu, janjinya tak juga kunjung ditepati berakhir dengan menagihnya. Apes! Rupanya saya ditipu Jimmy karena parfum yang dipakainya adalah limited edition karena dibelinya di Jakarta. Yap! Itu parfum ori yang harganya jutaan. Langsung deh merasa diri kayak marmut. Begitukah wangi parfum ori? Disemprot sedikit wanginya berkeliaran. Harganya jutaan? Lagi-lagi saya menghela napas.

Menyadari saya kecewa dengan harga dan kelangkaan sementara sudah terlalu suka. Jimmy akhirnya menawarkan perpaduan beberapa jenis parfum untuk mendapatkan aroma yang serupa dengannya. Jimmy mengaku sudah mengujinya dan cukup membantu ketika parfumnya habis. 

Suasana hati kembali riang. Saya datang ke salah satu toko parfum refill dan membawa catatan perpaduan dua jenis parfum untuk minta diracik jadi satu. Hasilnya? Saya sempat kecewa karena wanginya terlalu lembut dan berbeda jauh dari yang dipakai Jimmy. Memang aromanya sudah sama, tapi saya tidak yakin itu akan membuat saya wangi bahkan setengah hari.

"Bang, ini enggak sama dengan yang teman saya pakai," ujar saya tidak bisa terima wanginya berbeda.
"Temannya beli dimana? Mungkin dia pakai yang ori kali," jawab penjual parfum.
"Lalu ini bukan ori?" Mendengar pertanyaan saya lelaki muda itu tertawa.
"Kalau yang ori harganya enggak semurah ini, sampe jutaan dan kita enggak cukup modal untuk jadikannya pasar." Saya manggut-manggut merasa bodoh diantara parfum yang seolah ikut menertertawakan.

"Enggak wangi kok parfumnya?" tanyaku saat melakukan panggilan di depan penjual parfum. 
Jimmy menghela napas panjang sebelum mengatakan, 'kan sudah dibilang nggak ada yang sama kalau pun ada mahal. Pakai saja itu, udah rada mirip,' membuat saya ingin masuk ke dalam botol parfum 30 ml. 

***

Yap, itu adalah awal dari kisah saya yang tergila-gila dengan parfum ori tapi dompet menangis miris. Hasilnya tetap pakai refill namun ya, kalian pasti pernah merasakan kekecewaan yang sama. Berbekas! Percikan parfum refill meninggalkan bercak noda yang tentu saja malu kalau lagi hangout. Belum lagi kalau kulit sensitif. Pasti kamu merasakan kulit kemerahan dan gatal-gatal. Nyebelinnya lagi kalau semprot di leher, tak jarang nyisa dakian. Jika disorot dari racikan parfum refill sendiri yang kurang sempurna dan tidak ada lebel BPOM, dikhawatirkan senyawa dalam percikan parfum menghidupkan sel kanker. Ah, makin digali lebih jauh bahaya pakai parfum refill nih ya, makin merasa khawatir dan disayangkan. 

Solusinya gimana dong?
Nah, beberapa hari terakhir ini saya diperkenalkan dengan parfum original kelas dunia asal Polandia. Federico Mahora atau kerap dikenal dengan FM menjadi pilihan wangi seharian saya sampai hari ini. Parfum FM bikin saya berani rekomendasi kepada pembaca bahwa, ini dia parfum original dengan harga murah tapi tetap megutamakan kualitasnya. 

Kenapa bisa murah?

Karena pendistribusian parfum FM ini begitu keluar dari pabrik langsung ke FM Grup yaitu ya member-member yang tersebar seluruh dunia, termasuk saya. Selajutnya, langsung ke tangan konsumen deh. Berbeda dengan parfum original lainnya yang melewati tahap advertising, distribusi, retailer baru deh ke tangan konsumen. Selain itu, parfum FM memanjakan konsumennya dengan cara meminimalkan harga penjualan, maka FM men-design khusus botol/kemasannya sehingga sangat berbeda dengan parfum merek branded lainnya. Kebayang ya gimana parfum FM bisa banting harga jadi murah banget.



Kok Mirip Parfum Import Lainnya?

Nah, penting untuk diketahui bahwa dari segi kualitas pembuatan Parfum FM sama dengan pembuatan merk parfum yang sudah terkenal dan duluan beredar di internasional. Aroma-aroma dari parfum FM tidak kalah kualitasnya dengan parfum yang sudah terkenal, dikarenakan FM membeli Bibit (essence) Parfumnya melalui DROM. 

Sekedar informasi bahwa 80% perusahaan parfum di dunia membeli essence parfum mereka dari DROM, dan inilah mengapa aroma parfum FM by Federico Mahora sangat identik dengan aroma parfum merek terkenal yang asli/original dari Eropa.



Kadar Parfumnya?

Membedakan parfum ori itu tahan atau tidak itu bisa dilihat dari kadar parfumnya ya. Nah, teman-teman juga perlu paham kadar dari parfum yang dipakai sekarang dan bandingin sendiri deh dengan yang lain. Beberapa pecinta parfum yang saya tanyai, 'pakai parfum apa sekarang?' dan setelah saya cek lebih jauh parfum ori bermerek mereka yang badrol harga 300 ribuan masih kadar Eau De Toilette (EDT) yaitu 5-15% dengan jangka ketahanan 4-6 jam. Sementara parfum FM sudah menggunakan kadar Eau De Parfum (EDP) yaitu 15-20% dengan jangka ketahanan 4-8 jam. Selain itu parfum FM juga menawarkan kadar Perfume (Parfum Extrait) yaitu 20-30% dengan jangka ketahanan 12 jam ke atas. Ajib! EDP saja sudah betah di luar seharian, bagaimana dengan Perfume ya. Ajiib deh! Jadi pengen punya juga, karena sekarang saya lagi pakai FM 314 yang sudah Eau De Parfum. Yap, dan FM 314 itu berdiri di barisan parfum cowok aromanya mirip Davidoff Cool. Yaa emang dasar saya suka parfum cowok ya. 

Begitu deh sekilas pengalaman atau sharing saya tentang Parfum. Jika ingin diskusi lebih lanjut bisa hubungi WA saya 085207880778 atau LineID isniwardaton. Udah, segitu dulu aja ya. Salam wangi bareng FM. :)

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Hahhaa mau tester kode berapa emangnya?

      Hapus
  2. Wah,,, ternyata kak Isni penggila Parfum., rekom dong, untuk aku bagusnya apa., hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa iyaah, rekomendasi aku kalau untuk cewek FM 33 sama FM400 kalau untuk cowok FM 314 dan 199. AYukss wangi bareng FM. :)

      Hapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers