UA-89306807-1

Q&A1: Kenapa Mau Jadi Guru?


4 years ago, where is me? 
Hari ini saya tidak ada kelas mengajar dan menghabiskan waktu bermalasan dan memanjakan diri. Namun ketika sebuah gambar bersama murid empat tahun lalu muncul di baranda akun facebook saya Isni Wardaton BA, saya teringat sebuah pertanyaan murid.

______

Saya duduk di meja guru merasa perkenalan dengan murid-murid sudah cukup jelas. Mereka adalah salah satu kelas yang saya ajarkan pelajaran Fisika untuk semester dua ini. Mereka mendekor kelas sangat cantik. Ya, itu karena mereka semuanya perempuan. Benar! Saya mengajar di sebuah dayah di mana kelas murid laki-laki dan perempuan dipisahkan.

Seorang murid memindahkan kursi duduknya dari belakang ke tengah kelas yang diapit oleh meja belajar teman-temannya. Semua mata tertuju pada remaja berkulit putih dan berkacamata seolah bertanya, 'apa yang sedang kamu lakukan di situ?'

Lalu murid itu mengancungkan tangan kanan langsung diiring dengan sebuah pertanyaan, "Kenapa Ummi mau jadi guru?"

Oh iya, di dayah Darul Ihsan kami guru perempuan disapa dengan panggilan Ummi sedangkan guru laki-laki dengan Ustadz. Rasanya sangat sejuk dan nyaman. Panggilan yang masih melekat padahal ada murid yang sudah masuk dunia perkuliahan.

Saya tersenyum mendengar pertanyaan itu lalu menjawab. Saya tidak tahu apakah mereka mengerti dengan jawaban ini. Tapi wajah mereka terpaku menunggu kalimat saya berakhir tanpa menyanggah dan tak lupa menyematkan Aamiin di akhir sebuah jawaban.

'Ummi tidak tahu kapan usia akan berakhir. Tapi yang Ummi tahu adalah sekarang berada di sini, di depan kalian sebagai guru untuk mengajar pelajaran Fisika. Bagi Ummi, bukan sekedar belajar Fisika namun juga menjadi teman di mana pada masa-masa kalian semuanya ingin lebih. Lebih diperhatikan, dipedulikan, ditanyakan, dalam artian ingin disayang. Mungkin nanti, jika Allah kasih rezeki Ummi anak dan ia tumbuh remaja sedangkan Ummi sudah tidak lagi di sisinya. Ummi berharap, dimana pun dia berada ada guru yang mau mengajarkannya dengan baik, menegurnya jika salah, menasehatinya jika ia khilaf, menjadi teman sehingga ia tidak menyerah dalam belajar. Oleh karena itu, selagi bisa Ummi ingin memulainya dengan memberi yang terbaik untuk kalian. Ummi selalu percaya, jika sikap kita baik untuk orang lain, mungkin bukan orang yang kita bantu akan membantu kita saat dibutuhkan, melainkan orang lainnya lagi. Selalu ada perantara yang tak disangka-sangka menjadi cara Allah membantu hambaNya."


2 komentar:

  1. Andai punyaa guru kayak ummi Isni :* Terharu bacanya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha biasa aja, Dara juga guru yg dicintai murid-muridnya. ;)

      Hapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers